BUDAYA YANG TERLUPAKAN

BUDAYA YANG TERLUPAKAN

    Kita sering kali mendengar kata “Budaya”. Tapi apakah Budaya itu sendiri? Budaya berasal dari bahasa sansekerta  Buddhi yang berarti akal. Budaya merupakan aspek-aspek elemen yang berkenaan bersama budi dan akal manusia. Budaya biasanya menjadi ciri khas tersendiri dari suatu Bangsa. Misalnya saja seperti Tradisi Dia De Muertos atau yang biasa kita kenal dengan Festival Kematian di Mexico. Dan masih banyak kebudayaan lainnya di Dunia.

    Salah satu Negara dengan kenaekaragaman budaya yang paling banyak adalah Indonesia. Indonesia merupakan Negara Kepulauan yang terdiri dari 17.504 pulau. Wilayah Indonesia dipisahkan oleh samudera, selat, dan lautan, yang mengakibatkan keberagaman etnik/ suku bangsa yang memiliki adat dan kebudayaan yang berbeda satu sama lain. Berdasarkan sensus BPS Tahun 2010, terdapat sekitar 300 etnik atau 1.340 suku bangsa yang berkembang di Indonesia. Masing-masing suku bangsa memiliki adat dan budaya yang berbeda dan juga memiliki keunikan tersendiri. Dan beberapa Kebudayaan Daerah tersebut bahkan sudah diakui oleh dunia. Seperti Batik dari Yogyakarta, Tari Pendet dari Bali, Wayang dari Jawa, Angklung dari Sunda, Makanan khas daerah seperti Gudeg dari Yogyakarta, dan Tempat Bersejarah seperti candi Borobudur di Magelang, serta masih banyak lagi kebudayaan yang dimiliki oleh Indonesia.

    Kita sebagai orang Indonesia patut berbangga akan kenaekaragaman budaya dan suku yang sudah terkenal sampai ke mancanegara. Akan tetapi, di jaman sekarang ini, anak muda Indonesia LUPA dengan kebudayaan daerahnya sendiri, mereka lebih memilih untuk bergaya kebarat-baratan daripada mempelajari Budaya Indonesia. Bahkan anak muda sekarang tidak tahu menahu soal Lagu Daerah mereka sendiri.

    Contohnya saja di bali, sedikit anak remaja yang bisa metanding atau membuat banten dan juga menari tarian bali. Bahasa daerah juga semakin lama semakin jarang digunakan karena mayoritas orang sekarang menggunakan bahasa Indonesia seperti bahasa sehari-hari. Kenapa hal ini bisa terjadi? Jawabannya adalah karena Perkembangan Zaman. Era Globalisasi, semuanya serba modern dan praktis. Contohnya, cara berpakaian anak jaman sekarang yang mengikuti gaya berpakaian orang eropa, makan makanan cepat saji dan menggunakan bahasa asing.

    Tapi taukah kalian? Saat kalian semua sibuk dengan modernisasi itu justru orang asing lah yang tertarik untuk mempelajari Budaya Indonesia. Contohnya saja, tidak sedikit ada orang asing yang bisa menari tarian daerah, bermain gamelan, bahkan lancar berbahasa daerah seperti bahasa Bali. Jika hal ini dibiarkan terus menerus, bisa-bisa Budaya Indonesia diambil oleh Bangsa lain lagi. Apakah kita rela kebudayaan kita diambil orang lain? Tentu saja tidak. Oleh karena itu, kita sebagai penerus bangsa harus tetap mempelajari dan melestarikan kebudayaan asli milik Indonesia. Karena ini merupakan warisan berharga yang harus terus dilanjutkan dari generasi ke generasi. Boleh saja mengikuti jaman yang semakin modern, tapi jangan lupa siapa kita sebenarnya.