Blog

Kebiasaan Dan Kekuatan Para Miliarder

Kebiasaan Dan Kekuatan Para Miliarder

Meski tak dilahirkan dalam keluarga yang kaya tujuh turunan, semua orang berhak bermimpi jadi miliarder.

Apalagi fakta membuktikan, mayoritas miliarder bukan dilahirkan, tapi menciptakan nasib baik mereka sendiri. Apa yang membuat orang-orang ini punya kekuatan besar untuk menjadikan diri mereka miliarder?

Inilah beberapa sikap atau kebiasaan yang dimiliki miliarder tersebut.

1. Haus Pengetahuan

Pada usia 12 tahun Jack Ma mulai belajar bahasa Inggris secara otodidak. Tiap pagi, ia mengayuh sepeda selama 40 menit, menuju sebuah hotel di kotanya, menawarkan jasa pemandu wisata gratis pada para turis.Meski tak mendapatkan uang atas jasanya itu, Jack Ma mendapatkan banyak guru bahasa Inggris gratis.

2. Ijazah Bukan Penentu

Pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, pernah kuliah di Universitas Harvard. Namun di tengah jalan, ia putus kuliah alias drop out (DO).
Ia memilih untuk keluar demi mengembangkan aplikasinya. Namun demikian, Zuckerberg menduga ia mungkin tak bakal menciptakan app itu jika tak kuliah di Harvard.
Ada juga miliarder yang tak menempuh pendidikan di universitas ternama, misalnya Jack Ma. Lainnya bahkan tak mencicipi bangku kuliah.

3. Rendah Hati

Bak padi, kian bersisi makin merunduk, dengan talenta mereka yang luar biasa. Kerendahan hati Collison bersaudara menjadi rahasia mereka mendapatkan kepercayaan dan antusiasme, baik dari investor maupun klien.
Warren Buffet, pemimpin sekaligus CEO Berkshire Hathaway, memiliki kekayaan bersih sekitar US 73,1 miliar. Namun ia tetap tinggal di rumahnya yang sudah 50 tahun berdiri.
Rumah di Omaha, Nebraska, itu ia beli seharga US 31.500.
Buffet mendonasikan lebih dari US 2,86 miliar saham Berkshire Hathaway ke beberapa badan amal, terutama untuk Bill and Melinda Gates Foundation.
Mark Zuckerberg juga menjalani gaya hidup yang sederhana. Ia mengenakan kaus abu-abu yang sama untuk bekerja setiap harinya.
Pesta pernikahannya dengan Priscilla Chan digelar di halaman rumah. Pasangan kaya raya itu bahkan terlihat menyantap makanan di restoran cepat saji saat bulan madu mereka di Italia.

4.Kegagalan Bukanlah Akhir Dari Segalanya
Jalan menuju miliarder tidaklah mudah. Di balik kesuksesan Snapchat yang fenomenal, Evan Spiegel melalui banyak rintangan dan kegagalan.
Versi pertama buatannya, Picaboo, gagal lepas landas. Kemudian, ia mengganti namanya dengan Snapchat, menambahkan beberapa fitur, sebelum produknya sukses berat.
Bahkan setelah memulai Alibaba, Jack Ma mengalami banyak kegagalan. Tiga tahun pertama, produknya itu tak menghasilkan untung.